
Gak bisa dipungkiri perkembangan jaman di indonesia gak bisa serempak berjalan bersamaan di tiap daerah. Apalagi untuk tempat tempat yang jauh dari indahnya keramain jaman sekarang. Seperti di sini, di pelosok pulau kalimantan dimana sekarang aku berada.
Banyak banget desa desa yang baru akan jadi desa. Karena memang masih sepi, dan jauh dari teknologi. Maka bersyukurlah kalian yang dekat dengan keramaian dan teknologi. Hidup jauh dari perkembangan jaman membuat pola pikir masyarakat disini juga gak banyak berubah, tetap seperti era 45 dulu. Buktinya, banyak banget disini yang namanya nikah di usia muda. Tanpa berfikir lebih jauh akan masa depan masing masing.
Ada yang baru 13 tahun sudah menikah, ada yang 15 tahun sudah menikah. Aku benar benar di buat terheran heran di sini, maklumlah, gini gini aku hasil deportasi dari kediri, jawa timur. Yang termasuk dah deket dengan kemajuan jaman. Menikah di usia muda? Hasilnya apa : banyak juga janda muda. Banyak banget malahan, jadi untuk yang berminat di carikan janda, silahkan add YM ku : dan_exsotic
hahahaha, becanda kok.
Menikah seakan di buat mainan oleh mereka, begitu mudahnya menikah, begitu mudahnya bercerai. Bagaimana dengan pendidikan? Benar benar seakan tak dihiraukan yang namanya pendidikan. Aku pernah ngobrol ma cewek sini, cantik, umurnya 16 tahun, tapi belum menikah.
Dan : “mbak gak sekolah?”
Cewek : “gak mas, paling paling juga di dapur juga”
Hatiku langsung kecewa waktu itu, karena aku sempat kesengsem ma kecantikan si cewek ini.
Dan : “kok gitu? Sekolah itu penting lo. Biar bisa tau dunia. Dulu sekolah sampai kelas berapa?”
Cewek : “kata ibu, yang penting itu belajar masak, dan merawat diri. Dulu sekolah sampai kelas 5, bis itu males.”
Dan : “gitu ya, mang mau nikah di usia berapa?”
Cewek : “paling lambat umur 18, karena kalau lebih dari 18, biasanya malah sulit cari jodohnya?”
Dan : “mitos dari mana tuch? Ada ada aja”
Cewek : “mitos, apa itu mas?”
Gubrak, langsung pusing kepala, begini nich kalau gak mau sekolah.
Semenjak itu aku menjauhi cewek itu, karena bentar lagi dia pasti ngajak nikah, mana umurku baru 20 tahun, aku mana siap. Hahahaha. Sudahlah, biarkan dia jadi kenangan saja. Selain itu aku gak suka ma cewek yang menyepelekan pendidikan.
Tapi ternyata hal seperti itu bukan hanya terjadi di kalimantan, di Jawa yang merupakan pusat indonesia juga masih banyak di jumpai hal semacam itu. Kenapa ya kepercayaan kalau hidup wanita akan berujung di dapur masih merajalela di tempat yang belum terjamah kemajuan jaman. Lalu siapa yang salah disini? Si wanitak? Atau orang tuanya?
Banyak banget desa desa yang baru akan jadi desa. Karena memang masih sepi, dan jauh dari teknologi. Maka bersyukurlah kalian yang dekat dengan keramaian dan teknologi. Hidup jauh dari perkembangan jaman membuat pola pikir masyarakat disini juga gak banyak berubah, tetap seperti era 45 dulu. Buktinya, banyak banget disini yang namanya nikah di usia muda. Tanpa berfikir lebih jauh akan masa depan masing masing.
Ada yang baru 13 tahun sudah menikah, ada yang 15 tahun sudah menikah. Aku benar benar di buat terheran heran di sini, maklumlah, gini gini aku hasil deportasi dari kediri, jawa timur. Yang termasuk dah deket dengan kemajuan jaman. Menikah di usia muda? Hasilnya apa : banyak juga janda muda. Banyak banget malahan, jadi untuk yang berminat di carikan janda, silahkan add YM ku : dan_exsotic
hahahaha, becanda kok.
Menikah seakan di buat mainan oleh mereka, begitu mudahnya menikah, begitu mudahnya bercerai. Bagaimana dengan pendidikan? Benar benar seakan tak dihiraukan yang namanya pendidikan. Aku pernah ngobrol ma cewek sini, cantik, umurnya 16 tahun, tapi belum menikah.
Dan : “mbak gak sekolah?”
Cewek : “gak mas, paling paling juga di dapur juga”
Hatiku langsung kecewa waktu itu, karena aku sempat kesengsem ma kecantikan si cewek ini.
Dan : “kok gitu? Sekolah itu penting lo. Biar bisa tau dunia. Dulu sekolah sampai kelas berapa?”
Cewek : “kata ibu, yang penting itu belajar masak, dan merawat diri. Dulu sekolah sampai kelas 5, bis itu males.”
Dan : “gitu ya, mang mau nikah di usia berapa?”
Cewek : “paling lambat umur 18, karena kalau lebih dari 18, biasanya malah sulit cari jodohnya?”
Dan : “mitos dari mana tuch? Ada ada aja”
Cewek : “mitos, apa itu mas?”
Gubrak, langsung pusing kepala, begini nich kalau gak mau sekolah.
Semenjak itu aku menjauhi cewek itu, karena bentar lagi dia pasti ngajak nikah, mana umurku baru 20 tahun, aku mana siap. Hahahaha. Sudahlah, biarkan dia jadi kenangan saja. Selain itu aku gak suka ma cewek yang menyepelekan pendidikan.
Tapi ternyata hal seperti itu bukan hanya terjadi di kalimantan, di Jawa yang merupakan pusat indonesia juga masih banyak di jumpai hal semacam itu. Kenapa ya kepercayaan kalau hidup wanita akan berujung di dapur masih merajalela di tempat yang belum terjamah kemajuan jaman. Lalu siapa yang salah disini? Si wanitak? Atau orang tuanya?